7. Lansia dan Kerinduan Ekaristi
Nenek Katarina sudah berusia
85 tahun dan tinggal di rumah anaknya yang sudah berkeluarga. Nenek sudah susah
berjalan, tetapi relatif sehat. Tiap hari rajin berdoa Rosario, dan terkadang
ikut Misa online yang diputarkan di handphone cucunya. Nenek Katarina selalu
bilang ke anaknya, agar anaknya mengusahakan pengiriman Komuni dari paroki untuk
dirinya. Nenek Katarina berulang kali bilang kalau rindu pada Tubuh Kristus,
sambut Komuni Kudus.
Salah satu dampak
pandemi adalah rentannya orang-orang lanjut usia terhadap bahaya penularan Viirus
Corona. Itulah sebabnya, di masa pandemi ini, Gereja di paroki-paroki belum
memperbolehkan para lansia untuk ikut hadir di gereja mengikuti Misa offline.
Para lansia dapat mengikuti tayangan Misa lewat live-streaming. Paus Benediktus
XVI berkata, “Sangatlah dihargai kalau orang-orang lanjut usia dan orang-orang
sakit berpartisipasi dalam Misa hari Minggu lewat radio atau televisi” (SCar. 57).
Jadi Misa secara online memang diperkenankan, terlebih bagi orang-orang lanjut
usia dan sakit. Mengapa? Karena mereka terhalang secara fisik untuk hadir di
gereja tempat Misa berlangsung.
Kita bisa belajar dari orang-orang lansia mengenai kerinduan mereka
pada Tuhan Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Orang-orang yang sangat
teguh mengimani bahwa kehadiran Tuhan Yesus dalam Komuni Suci tak tergantikan dan tak dapat dibandingkan
dengan bentuk-bentuk yang lain.
Kerinduan akan Yesus dalam Sakramen Mahakudus dan menyambut Tuhan dalam Komuni
Suci memang hal yang paling perlu dimiliki oleh semua orang Katolik pada masa
pandemi ini. (Materi
hari 7 Bulan Katekese Liturgi 2021, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang)
Reviewed by burungberkicau
on
May 06, 2021
Rating:


