ALLAH ITU SATU DALAM TIGA, ALLAH ITU TIGA DALAM SATU, TIGA-TIGANYA ADALAH SATU

Gambar : Pinterest

Banyak analog atau gambaran untuk menjelaskan Allah Tritunggal, Allah yang satu dalam tiga pribadi. Ada yang menganalogkan dengan api. Api itu terdiri dari tiga unsur: nyala, panas, dan terang. Ketiga unsur itu adalah satu tidak terpisahkan. Tetapi nyala itu bukan panas juga bukan terang, panas itu bukan nyala juga bukan terang, demikian juga terang itu bukan nyala juga bukan panas. Ini bisa sedikit membantu menerangkan  Allah Tritunggal tetapi tidak 100%  menjelaskanNya.

Ada juga yang menganalogkan dengan profesi seseorang. Pak Bayero adalah seorang Direktur sebuah perusahaan swasta. Di kampungnya dia diberi kepercayaan menjabat Ketua RT dan di Paroki dia menjadi Katekis. Di Kantor pak Bayero adalah seorang Direktur, tetapi ini tidak meniadakan jabatannya sebagai Ketua RT dan Katekis. Di rumah tempat tinggalnya dia adalah Ketua RT, tetapi ini juga tidak serta merta menghapus jabatan sebagai Diektur dan Katekis. Demikian juga di Paroki sebagai Katekis, dia adalah Katekis yang menjadi Direktur dan Ketua RT. Ini juga bisa sedikit membantu menerangkan  Allah Tritunggal tetapi tidak 100% menjelaskanNya.

Untuk memahami Allah Tritunggal memang diperlukan keterbukaan hati untuk memandang Allah dari sudut pandang yang mengatasi pola berpikir manusia. Harus kita akui bahwa adanya tiga Pribadi dalam Allah yang satu ini merupakan misteri yang tidak cukup kita jelaskan dengan akal, sebab jika dapat dijelaskan dengan tuntas, maka hal itu tidak lagi menjadi misteri. St. Agustinus bahkan mengatakan, “Kalau engkau bisa memahamiNya, maka Ia bukan lagi Allah”. Sebab Allah jauh melebihi manusia dalam segala hal, dan meskipun Ia telah mewahyukan Diri, Ia tetap tinggal sebagai misteri yang tak terucapkan.

Allah Tritunggal adalah satu Allah, Allah yang Mahaesa. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi. Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi keAllahan yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya. Yakni Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus.

Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi atau kodrat. Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera.

Hal ini mengingatkan kita akan pernyataan Allah Bapa sendiri, tentang keAllahan Yesus sebab Allah Bapa menyebut Yesus sebagai AnakNya yang terkasih, yaitu pada waktu pembaptisan Yesus. Terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah anakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan” (bdk. Luk 3: 22). Juga pada waktu Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor. Dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah anakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan” (bdk. Mat 17:5).

Yesus juga menyatakan keberadaan DiriNya yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sebelum penciptaan dunia (bdk. Yoh 17:5). Kristus adalah sang Firman, yang ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, dan olehNya segala sesuatu dijadikan (bdk. Yoh 1:1-3). Tidak mungkin Yesus menjadikan segala sesuatu, jika Ia bukan Allah sendiri.

Yesus menunjukkan persatuan yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa, Aku dan Bapa adalah satu (bdk. Yoh 10:30). Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa… (bdk. Yoh 14:9). Di dalam doaNya yang terakhir untuk murid-muridNya sebelum sengsaraNya, Dia berdoa kepada Bapa, agar semua muridNya menjadi satu, sama seperti Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (bdk. Yoh 17: 21). Dengan demikian Yesus menyatakan DiriNya sama dengan Allah: Ia adalah Allah.

Selain menyatakan kesatuanNya dengan Allah Bapa, Yesus juga menyatakan kesatuanNya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikanNya kepada para muridNya dan disebutNya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, (bdk. Yoh 15:26). Roh ini juga adalah Roh Yesus sendiri, sebab Ia adalah Kebenaran (bdk. Yoh 14:6). Kesatuan ini ditegaskan kembali oleh Yesus dalam pesan terakhirNya sebelum naik ke surga, “…Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus…”(bdk. Mat 28:18-20).

Tujuan akhir seluruh kegiatan ilahi ialah penerimaan makhluk ciptaan ke dalam persatuan sempurna dengan Tritunggal yang bahagia. Tetapi sejak sekarang ini kita sudah dipanggil untuk menjadi tempat tinggal Tritunggal Mahakudus. Tuhan mengatakan: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (bdk. Yoh 14:23). (hjh, dari berbagai sumber)


ALLAH ITU SATU DALAM TIGA, ALLAH ITU TIGA DALAM SATU, TIGA-TIGANYA ADALAH SATU ALLAH ITU SATU DALAM TIGA, ALLAH ITU TIGA DALAM SATU, TIGA-TIGANYA ADALAH SATU Reviewed by burungberkicau on June 06, 2020 Rating: 5
Post view: