6. Asisten Luar Biasa Pembagi Komuni
Pak Gito tidak dapat
pergi ke gereja selama pandemi Covid-19, karena sudah sepuh dan punya penyakit bawaan.
Padahal, ia biasanya pergi ke gereja paling awal dan duduk paling depan. Teman-teman
seusia Pak Gito juga banyak yang sementara ini terpaksa harus mengikuti Misa dari
rumah demi kebaikan dirinya dan orang lain. Jumlah umat yang harus dikirim
Komuni pun semakin banyak. Di lingkungan Pak Gito, biasanya yang dikirim Komuni
hanya tiga orang. Sekarang, jumlahnya naik menjadi 20 orang. Prodiakon yang
biasanya mengirimkan Komuni pun amat kerepotan.
Untuk memperlancar tugas
pengiriman Komuni selama pandemi Covid-19 ini, Keuskupan Agung Semarang memberikan
wewenang kepada Pastor Paroki untuk mengangkat asisten luar biasa pembagi
komuni. Asisten luar biasa pembagi komuni adalah awam yang dipilih oleh Gereja untuk
membagikan Komuni Suci kepada umat (bdk. Kan. 910§2; Kan. 230§3), sehingga
mereka yang selama pandemi Covid-19 ini tidak dapat ke gereja karena alasan
usia dan kesehatan, tetap dapat menerima Komuni.
Sebagaimana para murid diminta oleh Yesus untuk memberi makan
mereka yang kelaparan (bdk. Luk. 9:13), demikian juga para asisten luar biasa
pembagi komuni menghadirkan Yesus, Sang Roti Hidup, ke tengah-tengah umat yang lapar akan kehadiran-Nya. Dengan
menyambut Komuni Suci, Yesus hadir dalam diri kita. Kita memang belum tahu kapan pandemi ini akan
berakhir. Sementara itu, kehidupan harus tetap berjalan. Asisten luar biasa pembagi
komuni turut ambil bagian dalam menjamin jantung Gereja, yaitu Ekaristi, untuk
tetap berdenyut, sehingga Gereja masih bisa tetap hidup. (Materi hari 6 Bulan Katekese Liturgi
2021, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang)
Reviewed by burungberkicau
on
May 05, 2021
Rating:


