Ajakan Juruselamat (Matius 11:28-30)
Apa yang terjadi jika orang kehausan mendapatkan
segelas air sejuk yang segar? Tentu ia akan merasa sangat lega. Kelegaan
semacam itulah yang ditawarkan Tuhan Yesus dalam Ijnjil ini. Tuhan Yesus tidak
menawarkan kelegaan semu seperti yang ditawarkan aneka macam candu dunia.
Kelegaan yang datang dariTuhan Yesus adalah rahmat yang memberi sukacita untuk
terus melaksanakan tugas dan tanggung jawab di dunia ini. Tuhan Yesus tidak
menjanjikan manusia bebas dari aneka macam beban hidupnya. Tuhan Yesus
menjanjikan kuk yang enak dan beban yang ringan. Apa artinya? Tuhan Yesus tetap
menekankan kewajiban setiap orang beriman untuk bekerja seturut dengan tugas
dan tanggung jawabnya. Untuk itulah kuk dibutuhkan.
Dengan kuk yang terpasang, manusia tidak bisa berbuat
sekehendak hatinya sendiri. Manusia tetap harus bekerja selaras dengan aneka
macam petunjuk yang berlaku. Kuk yang ringan membantu manusia untuk mengarahkan
dirinya pada tujuan yang benar. Dengan mengarahkan diri pada tujuan yang benar,
beban yang dimilikinya tidak lagi terasa berat. Beban itu menjadi ringan. Beban
yang dimaksud adalah tanggung jawab mengelola dunia dan segala isinya.
Pengelolaan dunia dan alam seisinya secara tepat dan bertanggung jawab akan
menguntungkan manusia. Sebaliknya, pengelolaan yang asal-asalan dan
eksploitatif akan membuat alam semesta rusak. Pada gilirannya, alam semesta
yang rusak akan memberikan akibat negatif bagi manusia itu sendiri. Supaya
dapat terus mengelola dunia dan alam seisinya secara bertanggung jawab manusia
dituntut untuk terus belajar dariTuhan Yesus. “Belajarlah pada-Ku, karena Aku
lemah lembut dan rendah hati...” (Mat. 11;29). Dengan belajar pada Tuhan Yesus,
orang beriman akan mengalami diri mendapatkan kelegaan seperti yang
dijanjikan-Nya. (gambar: pinterest, materi: inspirasi batin)
Reviewed by burungberkicau
on
July 13, 2021
Rating:


