14. Misa “Nyambi”
Sore
itu keluarga Pak Ignatius Darmoji mengikuti Misa online. Bu Lusia Pariyem,
istrinya, sesekali melihat ke dapur karena sayur belum matang. Sambil main game
di HP, Adi anak bungsunya ikut bergabung. Pak Darmoji sendiri tampak gelisah,
karena menunggu kedatangan seorang tamu. Rupanya, selama Misa online
berlangsung, keluarga Pak Darmoji kurang mampu mengikutinya dengan sepenuh
hati, karena masing-masing sibuk “nyambi” kegiatan lainnya.
Situasi
ini mungkin tidak hanya dialami oleh keluarga Pak Ignatius Darmoji. Dalam masa
pandemi Covid-19, Misa online menjadi salah satu alternatif yang bisa kita
lakukan, tetapi kadang hati dan pikiran kita masih “sibuk” dengan kegiatan yang
lain. Lalu, bagaimana kita bisa mengikuti Misa online secara layak? Memang,
harus diakui bahwa pelaksanaan Misa di masa pandemi Covid-19 ini tampak lucu
dan menggelikan! Mengapa? Sebab, sebelum pandemi Covid-19, main handphone saat
mengikuti Misa tentu saja dilarang, bahkan harus di-silent ataupun
di-non-aktifkan. Namun, kini kita mengikuti Misa online dengan perangkat HP
atau televisi. Misa online dengan cara nyambi tentu tidak menjadi masalah
apabila intensi atau kehendak kita dari awal hanya mau menonton Misa, sementara
kita sudah atau akan mengikuti perayaan Ekaristi secara langsung atau offline
di gereja.
Gereja mengajarkan: “Bunda Gereja menginginkan
supaya semua orang beriman dibimbing ke arah keikutsertaan yang sepenuhnya,
sadar dan aktif dalam perayaan-perayaan liturgi” (SC 14). Artinya, kalau mau
ikut Misa ya harus berpartisipasi secara penuh, sadar dan aktif, tidak “disambi-sambi”
alias sibuk dengan perkara lain. Baik secara offline, maupun terpaksanya
online: kita fokus, ikut penuh dari awal sampai akhir, ikut tata geraknya, ikut
menjawab saat umat menjawab, berpakaian pantas seperti layaknya ikut Misa di
gereja, dan seterusnya. (Materi
hari ke 14, Bulan Katekese Liturgi 2021, Komisi Liturgi Keuskupan Agung
Semarang)
Reviewed by burungberkicau
on
May 13, 2021
Rating:


