LIMA PILAR PELAYANAN GEREJA “Kerygma atau Pewartaan”

 

Lima pilar pelayanan Gereja merupakan implementasi dari tri tugas Tuhan Yesus  yakni sebagai raja, imam, nabi. Pilar ini merupakan fondasi kokoh yang menyingkapkan tugas dan tanggung jawab serta eksistensi pelayanan Gereja di dunia (bdk. GS art 1,43). Lima pilar tersebut adalah Kerygma, Leitourgia, Koinonia, Diakonia dan Martyria (bdk. LG art 25-27). Dalam tulisan ini akan dibahas tentang Kerygma atau Pewartaan.

 Kerygma (bhs. Yunani) berarti karya pewartaan Kabar Gembira, ini berkaitan erat dengan mulut (kata) dalam menyampaikan Sabda Tuhan kepada telinga (pendengaran) yang menggerakkan hati manusia untuk berbuat ke arah pertobatan. Pewartaan ini dibedakan menjadi dua:

1.    Pewartaan yang ditujukan kepada orang yang belum mengenal atau belum percaya kepada Yesus Kristus (kerussein, bdk. Ibr 5:12). Bagi yang terbuka, dapat dilakukan dengan terus terang berbicara tentang Tuhan Yesus atau Injil. Bagi yang berkeyakinan kuat atau kokoh terhadap agamanya sendiri namun mau bergaul dengan orang kristen dapat dilakukan dengan membangun hidup bersama dalam persaudaraan, saling bekerjasama untuk kepentingan umum. Bagi yang tertutup atau fanatik bahkan anti Kristus dapat dilakukan lewat kesaksian iman pribadi dalam penampilan hidup yang suci, baik dan benar.

2.    Memberikan pelajaran kepada orang yang telah beriman dalam rangka memperkembangkan dan memekarkan iman yang sudah mulai tumbuh (didaskein, bdk. Ibr 6:1). Ini dapat berupa pelajaran agama, pendalaman iman atau pengembangan iman.

Yang menjadi model pewartaan ini adalan Tuhan Yesus sendiri, yakni dengan membangun relasi dan kepercayaan. Untuk ini, Tuhan Yesus memanggil dan melibatkan para Rasul. Demikian juga, seluruh umat beriman, diberi kepercayaan, dipanggil dan diutus Tuhan Yesus untuk mengambil bagian dalam tugas pewartaan Kabar Gembira (bdk. LG art 35). Tuhan Yesus mengutus kita semua dengan bersabda: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu“ (Mat 28:19-20).

Penekanan utama dalam tugas pewartaan ini bukan saja pewartaan verbal tetapi juga melalui kesaksian hidup sebagai bentuk pewartaan yang ampuh  dan sebagai daya dorong untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang nyata. Partisipasi tersebut dapat dilakukan dengan mengambil bagian melalui tugas-tugas pelayanan Gereja dalam kehidupan bersama umat di dalam kelompok basis.

Kualitas yang harus diusahakan ada dalam karya pewartaan:

1.    Pewartaan harus meyakinkan, karena tugas mewartakan itu tidak hanya berhubungan dengan perkataan manusia  melainkan kesaksian tentang Sabda  Allah dan kehadiran Roh yang sama di semua tempat dan dalam segala waktu.

2.    Pewartaan harus setia kepada ajaran Gereja dan disertai sikap rendah hati, menyadari bahwa pewarta hanyalah sarana yang sempurna di dalam tangan Allah.

3.    Pewartaan harus disertai dengan rasa hormat dan bersifat dialogal, menyadari  bahwa Allah sudah lebih dahulu memulai berkarya.

4.    Pewartaan sebaiknya berinkulturasi, hormat terhadap apa yang sudah ada dan terhadap budaya setempat.

Pewartaan menjadi tugas kita semua (bdk. Mat 28:19-20). Dalam karya pelayanan ini, kita menjadi sarana dan Tuhanlah yang berkarya dalam diri kita. Maka hal utama yang harus diperhatikan adalah melibatkan Tuhan dalam seluruh karya pelayanan ini dan bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Tuhan menjadi sumber, kekuatan dan tujuan. Selamat mewartakan Tuhan yang adalah Kabar Gembira dengan dan dalam hidup kita sehari-hari. (hobertusjodi, gambar: pinterest, materi: berbagai sumber)


LIMA PILAR PELAYANAN GEREJA “Kerygma atau Pewartaan” LIMA PILAR PELAYANAN GEREJA “Kerygma atau Pewartaan” Reviewed by burungberkicau on September 27, 2020 Rating: 5
Post view: