SEPULUH PERINTAH ALLAH (keempat). “Tidak sama dengan rukun, sopan, dan kehangatan”


Sepuluh Perintah Allah yang keempat dituliskan: “Hormatilah Ibu-Bapamu” (lih. Kel. 10:12 dan Ul. 5:16). Melalui mereka kita ada, lahir  dan hidup, dalam keluarga ada kesatuan hidup, karena hidup tidak dengan sendirinya dapat  menciptakan kesatuan itu. Cinta kasih tanpa syarat antara suami dan isteri, juga antara orang tua dan anak  mencerminkan kasih  Allah kepada umatNya. Maka perintah ini bertujuan untuk:

a.    memperkuat hubungan antar generasi,

b.    menjalin hubungan yang jelas antara tatanan keluarga dan stabilitas sosial,

c.    mengungkapkan bahwa keluarga dikehendaki sekaligus dilindungi oleh Allah.

Perintah ini tidak cukup diucapkan dengan bibir saja (bdk. Mrk. 7:9), tidak sama dengan suasana kehangatan, sopan santun atau rukun saja, melainkan merupakan etika pemeliharaan dan pelindungan hidup. Dengan demikian memuat  kewajiban anak terhadap orang tua. Anak harus menghargai orang tua termasuk di dalamnya saudara kandung. Mengerti terima kasih atas pemeliharaan yang selalu diberikan sejak dalam kandungan. Selama anak masih tinggal di rumah orang tua dituntut untuk taat kepadanya. Jika sudah dewasa atau mandiri anak juga harus memperhatikan kebutuhan moril dan materiil bagi orang tua terutama kalau sudah lanjut usia, pada saat sakit, kesepian atau menderita.

Bahkan ketika orang tua sudah meninggal dunia pun kita tetap harus menghormati dengan mendoakan demi kebahagiaan mereka. Percaya bahwa dalam persekutuan dengan para Kudus, mereka menjadi perantara berkat Tuhan bagi kita.

Ternyata perintah ini juga mengandung ajaran mengenai kewajiban orang tua terhadap anak supaya dapat menghasilkan  anak yang bisa memperhatikan, mengerti dan menghargai orang tua.

Orang tua tidak hanya membangun jasmani anak tetapi juga harus memperhatikan pembentukan rohani, pendidikan moral dan imannya. Mengerti pertumbuhan dan perkembangannya sebagai pribadi manusia yang memiliki kebebasan. Harus diingat, memberi kebebasan tidak berarti membiarkan, tetap harus mengarahkan kepada tujuan yang baik dan benar. Orang tua harus menghargainya dengan menjadi contoh yang baik, misalnya dalam hal minta tolong jika merasa tidak mampu, berterima kasih jika diberi atau dibantu dan minta maaf jika melakukan kesalahan.

Orang tua menjadi tiket hidup dan keberadaan kita. Dalam keluarga kita belajar menghormati hidup dan belajar berkurban karena kasih. Sebagai manusia kita layak memperhatikan, mengerti dan menghargai mereka, jika tidak, kemanusiaan kita dipertanyakan. Manusiakah kita? (hobertusjodi, gambar: pinterest, materi: iman katolik)
SEPULUH PERINTAH ALLAH (keempat). “Tidak sama dengan rukun, sopan, dan kehangatan” SEPULUH  PERINTAH  ALLAH (keempat). “Tidak sama dengan rukun, sopan, dan kehangatan” Reviewed by burungberkicau on June 18, 2020 Rating: 5
Post view: