KAMU MENUAI APA YANG KAMU TABUR, MAKA BERILAH DAN KAMU PASTI AKAN MENERIMA Sebuah Tafsir Kitab Suci (Galatia 6:7)

Gambar: Pinterest

A.   TEKS KITAB SUCI.

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal. 6:7).

B.   TAFSIR TEKS KITAB SUCI.

Apa yang kita tabur, suatu hari kelak pasti akan kita tuai. Ini berlaku untuk semua orang, tidak hanya orang Kristen atau orang yang percaya saja. Namun demikian, banyak orang yang tidak percaya dengan hukum ini, karena banyak orang yang hidupnya ceroboh, tidak hati-hati, tidak memikirkan akibat dari perbuatannya sekarang.

Ada 4 prinsip tentang hukum tabur tuai.

1.    Kita akan menuai jenis yang sama dengan apa yang kita tabur.

Misalnya, kalau kita menabur benih mangga maka kita akan menuai buah mangga. Tidak mungkin menabur benih mangga dan menuai buah rambutan. Ada beberapa benih menurut Alkitab:

a. Benih kebaikan.

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal. 6:9-10). Misalnya, kalau kita menolong orang, kelak pasti kita akan ditolong orang.

b. Benih kejahatan.

“Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga” (Ayb. 4:8). Misalnya, kalau kita berbuat jahat kepada orang lain, kelak pasti kita akan menuai kejahatan.

c. Benih Kecurangan.

“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa” (Ams. 22:8). Misalnya, kalau kita berbuat curang kepada orang lain, kelak pasti kita akan dicurangi orang.

d. Benih Harta atau Uang.

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk. 6:38). Misalnya, kalau kita memberi uang kepada orang lain, maka kelak kita akan dibantu orang lain dalam hal keuangan juga.

  1. Kita akan menuai kualitas yang sama dengan kualitas yang kita tabur.

Misalnya, kalau kita menabur benih mangga yang masam, maka buah yang dihasilkan akan masam juga.

Mutu perbuatan baik kita akan sangat berpengaruh dengan buah yang akan kita tuai kelak. Kalau kita menolong orang dengan setengah hati (benih yang tidak berkualitas), maka kita akan menuai pertolongan hanya setengah-tengah, tidak sampai tuntas.

  1. Kita akan menuai jauh lebih banyak/besar dari pada apa yang kita tabur.

Misalnya, petani menabur padi satu bulir maka akan menghasilkan bulir beras berpuluh/beratus kali lipat. “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan” (Kej. 26:12).

Jumlah yang kita tabur akan sangat berpengaruh dengan jumlah yang kelak akan kita tuai. Dengan memberi maka kita akan mendapatkan bahkan lebih banyak lagi. Untuk menjadi kaya kita harus memberi, tidak dengan meminta (mental minta-minta adalah mental orang miskin), maka salah satu cara untuk mematahkan kemiskinan adalah dengan memberi kepada orang lain.

4. Kita akan menuai pada waktunya Tuhan.

Berbeda dengan petani yang menabur padi, ia tahu kapan akan menuai penenan, kita tidak tahu waktunya kapan akan menuai hasil perbuatan kita.

 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Gal. 6:9). Yang menyenangkan kalau kita cepat menuai, kalau sudah menabur dan lama tidak menuai, kita jangan lemah untuk tetap menabur, sampai menuai. Pada waktu kita menuai, jangan lupa bahwa sebagian tuaian yang kita dapatkan harus kita tabur lagi, begitu dan seterusnya. Sehingga berkat tuaian bisa dinikmati sampai generasi berikutnya.

Perlu diketahui bahwa kita tidak hanya menuai di bumi, harta duniawi bisa dikonversi menjadi harta surgawi. “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (1Tim. 6:18-19).

Selamat menuai bagi yang sudah menabur. Selamat menabur bagi yang ingin menuai. Selamat menuai sambil menabur dan menabur sambil menuai. (hjh, dari berbagai sumber)


KAMU MENUAI APA YANG KAMU TABUR, MAKA BERILAH DAN KAMU PASTI AKAN MENERIMA Sebuah Tafsir Kitab Suci (Galatia 6:7) KAMU MENUAI APA YANG KAMU TABUR, MAKA BERILAH DAN KAMU PASTI AKAN MENERIMA Sebuah Tafsir Kitab Suci (Galatia 6:7) Reviewed by burungberkicau on June 01, 2020 Rating: 5
Post view: