ALLAH ROH KUDUS. “Sejak kapan ada Roh Kudus? Hanya sekali atau berapa kali kita menerimaNya? Ada berapa banyak Roh Kudus?”
Roh
Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Penciptaan adalah karya
Allah Tritunggal yang Mahakudus. Ketika dunia dijadikan, Roh Allah
melayang-layang di atas permukaan air (bdk. Kej 1:2). Yang dimaksud Roh Allah
di sini adalah Roh Kudus, jadi Dia sudah ada sejak dunia dijadikan, bahkan
sebelumnya, karena Dia yang menciptakan dunia.
Bukankah
Roh Kudus baru datang atau turun dari langit ketika hari raya Pentakosta (lih.
Kis 2)? Roh Kudus yang mana lagi ini? Tambah lagi, pada waktu dibaptis kita
menerima Roh Kudus, pada waktu kita menerima sakramen Krisma juga menerima Roh
Kudus. Ada berapakah macam Roh Kudus?
Peristiwa
Penetakosta, Baptis, Krisma adalah perayaan iman. Perayaan iman itu bersifat anamnesis yaini selalu diulangi untuk
mengenang dan mengalami lagi. Jadi bukan menerima Roh Kudus yang lain tetapi
untuk mengenang dan mengalami lagi Roh
Kudus yang sama yang berkarya dalam diri kita. Roh Kudus dalam kisah penciptaan
sama dengan yang turun dalam peristiwa Pentakosta, sama juga dengan yang kita
terima saat Baptis ataupun Krisma.
Dalam
hal pengalaman ilahi (yang bersifat metafisik),
harus mengakui, manusia adalah makhluk fisik,
terbatas ruang dan waktu. Ruang dan waktu mempengaruhi manusia dalam cara
menerima, berpikir dan mengungkapkan sesuatu. Misalnya, apakah Roh Kudus ada di
atas sehingga menggunakan istilah turun? Apakah Roh Kudus berjumlah banyak
sehingga dalam waktu yang sama dapat secara serentak menyertai banyak orang di
tempat yang berbeda? Dalam kerangka keterbatasan inilah kita menerima,
berpikir, mengungkapkan Sesuatu yang tidak terbatas ruang dan waktu.
Siapakah
Roh Kudus yang berkarya dalam diri kita? Pertama, Roh Kudus adalah karunia dari Kristus yang bangkit. Yesus
menggambarkan Dia sebagai Penghibur, yang disebut Dia yang datang menolong,
yang berada di samping kita untuk menopang kita dalam perjalanan. Pada
Perjamuan Malam Terakhir, Yesus meyakinkan pengikutNya bahwa Roh Kudus akan
mengajari mereka segala hal serta mengingatkan mereka tentang apa yang sudah Ia
katakan kepada mereka (bdk. Yoh 14:26).
Kedua,
Roh Kudus membimbing kita pada
kebenaran. Roh Kudus mengingatkan kembali dan memberikan kesan dalam hati
yang percaya akan sabda yang diucapkan Yesus dan melalui sabdaNya ini, hukum
Allah terukir dalam hati kita dan menjadi kriteria diri kita dalam mengevaluasi
keputusan, dan sebagai pedoman dalam aktifitas sehari-hari kita.
Roh
Kudus membimbing kita ke dalam seluruh kebenaran (bdk. Yoh 16:13). Roh Kudus tidak
hanya membimbing kita untuk berjumpa dengan Yesus (kepenuhan dari Kebenaran)
namun Ia juga membimbing kita masuk ke dalam kebenaran itu, dengan kata lain,
Roh Kudus membuat kita masuk pada persatuan yang semakin mendalam dengan Yesus,
memberikan kita pengetahuan akan segala sesuatu tentang Allah. Dan kita tidak
dapat meraih hal ini dengan usaha kita sendiri.
Ketiga,
Roh Kudus adalah pemberi karunia.
Paulus menggambarkan karunia-karunia rohani yang diberikan kepada orang-percaya
supaya kita dapat menjalankan fungsi sebagai tubuh Kristus dalam dunia (bdk.
1Kor. 12). Semua karunia ini, baik besar maupun kecil, adalah pemberian Roh
Kudus agar kita dapat menjadi duta besarNya di dunia, menunjukkan anugerahNya
dan memuliakanNya.
Keempat,
Roh Kudus juga berperan sebagai penghasil
buah dalam kehidupan kita. Ketika Dia ada dalam hati kita, Dia mulai
berkarya menghasilkan buah dalam kehidupan kita yakni kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan,
penguasaan diri (bdk. Gal 5:22-23). Ini bukanlah hasil pekerjaan daging kita,
yang tidak mungkin mampu menghasilkan buah semacam ini, namun semata-mata hasil
dari karya Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Mengetahui
bahwa Roh Kudus ada dalam kehidupan kita, bahwa Dia melakukan semua peran yang
ajaib ini, bahwa Dia tinggal dalam hati kita untuk selamanya dan tidak
akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita, hendaknya menjadi alasan untuk selalu
bersyukur dan bersukacita senantiasa. (hobertusjodi,
gambar: pinterest, materi: dari berbagai sumber)
Reviewed by burungberkicau
on
June 06, 2020
Rating:


