Tiga Ciri Kehadiran Tuhan, Ciri Yang Kedua: DALAM KEBENARAN (The True / Verum).
Dalam kebenaran kita bisa mengalami kehadiran Tuhan. Sesuatu yang baik, belum tentu benar, tetapi sesuatu yang benar pasti baik. Maka kebaikan dalam ciri yang pertama belum tentu merupakan kebenaran. Pertanyaannya, apa itu kebenaran? Menurut KBBI, kebenaran berarti adanya persesuaian antar pengetahuan dan obyek (sesuatu yang sungguh-sungguh ada).

Kalau berhubungan dengan perbuatan maka kebenaran berarti pekerjaan manusia yang sesuai dengan standar, tidak ditolak oleh orang lain dan tidak merugikan diri sendiri (kelurusan hati). Dalam relasi dengan Allah, kebenaran berarti berada dalam hubungan yang seharusnya dengan Allah.
Dalam hubungan yang seharusnya dengan Allah? Seperti apakah seharusnya? Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang harus diputuskan. Untuk memutuskan diperlukan pertimbangan-pertimbangan, mana yang salah dan mana yang benar. Supaya berada dalam kebenaran maka pertimbangan yang dipilih harus benar juga.
Ada banyak orang yang menilai sesuatu itu benar atau hanya berdasarkan pada pandangan umum. Ini salah, karena pandangan umum bisa salah. Yang benar bisa dinilai salah dan sebaliknya yang salah bisa dinilai benar, tergantung umumnya yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Misalnya, di kalangan orang gila, yang waras justru dianggap gila. Maka jangan melakukan sesuatu hanya karena semua orang menyetujuinya atau melakukannya. Dan jangan menolak melakukan sesuatu hanya karena semua orang menentang semua itu (fox populi fox Dei? Suara rakyat adalah suara Tuhan? Belum tentu!).
Ada juga banyak orang menilai sesuatu itu benar atau salah hanya berdasarkan hati nuraninya atau suara hati. Ini belum tentu benar. Perlu diperhatikan bahwa karena manusia berdosa maka suara hatinyapun ikut dikotori oleh dosa (bdk. Tit. 1:15). Memang suara hati bisa dijadikan standar pertimbangan tetapi belum tentu benar juga. Suara hati akan padam kalau tidak dituruti. Biasanya manusia berdebar-debar kalau pertama kali melakukan kesalahan, tetapi kalau kesalahan itu dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan maka suara hatinya akan diam. Suara hati sangat dipengaruhi oleh kebiasaan umum. Kalau anak dibesarkan dalam lingkungan yang biasa bebicara jorok maka dia tidak akan ditegur oleh suara hatinya ketika dia berbicara jorok. (suara hati adalah suara Tuhan? Belum tentu).
Karena pandangan umum dan suara hati belum tentu bisa menjadi tanda kebenaran yang bisa menjadi ciri kehadiran Tuhan, maka standar pertimbangan yang benar adalah Kitab Suci atau Firman Tuhan. Kitab Suci berguna untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan orang, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (bdk. 2Tim. 3:16). Jika Tuhan mengatakan benar maka itu memang benar dan dalam kebenaran tesebut Tuhan hadir, kita bisa mengalami kehadiran Tuhan tersebut.
Maka supaya tahu mana yang benar dan yang salah, harus ditanyakan Tuhan dalam Kitab Suci. Sebagai orang Kristen jangan pernah meninggalkan Kitab Suci, harus selalu membaca atau mendengarkan, merenungkan dan memahami, sabda Tuhan yang ada dalam Kitab Suci.
(HJ)
Sumber gambar:
Tiga Ciri Kehadiran Tuhan, Ciri Yang Kedua: DALAM KEBENARAN (The True / Verum).
Reviewed by burungberkicau
on
August 30, 2016
Rating:
Reviewed by burungberkicau
on
August 30, 2016
Rating:
Post view:

