Sejarah Perayaan Ekaristi Beserta Makna Teologi Yang Menyertainya
Perayaan Ekaristi bukan kiriman Tuhan yang seakan-akan jatuh dari langit atau surga. Perayaan Ekaristi juga bukan ide atau ciptaan Gereja. Perayaan Ekaristi dirayakan oleh Gereja berdasarkan pengalaman imannya akan Tuhan Yesus Kristus. Proses perjalanan perayaan Ekaristi menempuh waktu yang panjang, yakni 2000 tahun lamanya.

Karena diimani sebagai sumber, pusat dan puncak kehidupan dan kegiatan Gereja maka para pemimpin Gereja sangat berkepentingan untuk menjaga tata liturgi dan teologi perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi juga mengalami aneka ragam jaman dan tempat dengan berbagai dinamika, kekayaan, keprihatinan termasuk persoalan budaya dan politiknya. Perayaan Ekaristi mengalami proses dengan berbagai perkembangan makna teologi yang menyertainya:
Perjamuan makan dengan Yesus sebagai tanda kehadiran Allah
Seluruh hidup, sabda dan karya Yesus adalah untuk mewartakan Kerajaan Allah. Perutusan Yesus ini tampak dalam penyembuhan orang sakit, pengusiran setan, membangkitkan orang mati, juga dalam perjamuan makan Yesus dengan orang miskin dan berdosa (bdk. Mrk. 2:16-19).
Perjamuan makan ini menampilkan makna kedatangan Allah yang berbelas kasihan, yang menyelamatkan semua orang terutama mereka yang berdosa. Kebersamaan Yesus dengan mereka dalam perjamuan makan mengungkapkan kehendak Allah yang mau menyelamatkan mereka.

Peristiwa perjamuan malam terakhir merupakan hal yang penting dalam sejarah perayaan Ekaristi karena dalam peristiwa itu, secara eksplisit Yesus menetapkan suatu perayaan kenangan akan diriNya, “Perbuatlah ini guna memperingati Aku!” (Luk. 22:19).
Perjamuan malam terakhir ini bukan merupakan perayaan iman Gereja akan wafat dan kebangkitan Kristus, karena Dia masih hidup, belum wafat apalagi bangkit. Perjamuan malam terakhir lebih bermakna untuk mengartikan peristiwa penderitaan dan wafatNya yang sudah dirasakanNya. Juga sebagai perjamuan perpisahan Yesus dengan murid-muridNya.
Perjamuan makan dengan Kristus yang bangkit
Dalam Perjanjian Baru dikisahkan peristiwa Kristus yang menampakkan diri pada para murid dan merupakan lukisan yang sangat mengesan tentang perjamuan makan dengan Kristus yang bangkit itu (bdk. Luk. 24:13-35). Dalam kebersamaan perjamuan makan itu para murid mengalami kehadiran Tuhan Yesus yang bangkit di tengah-tengah mereka. Sehingga mereka tetap mengalami kelanjutan kebersamaan dengan Kristus yang mulia.
Perjamuan makan dengan Kristus yang bangkit menjadi jembatan penghubung antara perjamuan makan ketika Yesus masih hidup dengan perjamuan makan Gereja yang kemudian disebut perayaan Ekaristi. Memang tidak persis sama tetapi keduanya menunjuk pada pokok pengalaman iman yang satu dan sama akan kehadiran Tuhan dan kebersamaan denganNya.
Perjamuan Ekaristi Gereja Perdana
Perjamuan Ekaristi ini berakar dalam perjamuan makan Yesus dengan para pendosa, perjamuan malam terakhir dan perjamuan makan dengan Kristus yang bangkit pada saat penampakanNya.
Dalam perayaan Ekaristi ini Gereja bersyukur atas karya keselamatan Allah kepada manusia melalui hidup, sabda, karya, sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Dan melalui Roh Kudus yang selalu menyertai dan mengkuduskan Gereja dalam perziarahannya di dunia ini.
Demikian sejarah singkat perayaan Ekaristi yang setiap Minggu kita rayakan bersama dengan umat beriman yang lainnya. Ada perkembangan makna teologi yang menyertai dalam setiap masanya. (HJ)
Sejarah Perayaan Ekaristi Beserta Makna Teologi Yang Menyertainya
Reviewed by burungberkicau
on
July 12, 2016
Rating:
Reviewed by burungberkicau
on
July 12, 2016
Rating:
Post view:

