Perayaan Ekaristi. Salah Orientasi: Menolak Tujuan Yang Sedang Dicapai. Manusia Rindu Bersatu Dengan Tuhan Setelah Bersatu Manusia Mengabaikannya.

Hari ini lebaran Idul Fitri. Tadi malam banyak masyarakat yang merayakan kemenangan dengan pesta kembang api dan mercon. Ada yang menarik dari tingkah mereka, terutama ketika membunyikan mercon. 


Mercon dibeli bukan karena fungsi dan keindahan bentuknya tetapi untuk dinikmati bunyinya. Tetapi aneh, ketika mercon dibunyikan hampir semua audien menutup telinga dengan tangan. Seharusnya mereka membuka dan mendekatkan telinga kearah mercon untuk menikmati letusan yang dihasilkan, tetapi mereka melakukan sebaliknya. Mereka membeli letusan, tetapi ketika letusan terjadi mereka menolak tidak mau mendengarkan letusan tersebut.

Fenomena aneh ini sering terjadi dalam hidup doa dan rohani kita. Tanpa kita sadari kita menolak atau mengabaikan keberadaan sesuatu yang telah lama kita rindukan atau cita-citakan. Akibatnya sia-sialah perjuangan dan pengorbanan yang telah kita lakukan karena menjadi tidak bermakna lagi. Misalnya, dalam merayakan Ekaristi.

Setiap minggu kita merayakan Ekaristi. Salah satu tujuan merayakan Ekaristi adalah kita bersatu dengan Tuhan yang hadir dalam rupa roti dan anggur. Dengan menerima Sakramen mahakudus kita disatukan dan bersatu dengan Tuhan. Tuhan ada dalam tubuh kita.  Namun sering kita mengabaikan atau tidak memperdulikan kehadiran Tuhan yang menjadi tujuan kita. Kita sibuk dengan diri kita sendiri dan meninggalkan Tuhan seorang diri.

Ketika Tuhan masuk ke dalam hati kita pada waktu Komuni Kudus, tangan Tuhan membawa berbagai rahmat yang hendak Tuhan berikan kepada jiwa-jiwa kita. Namun kita tidak mempedulikan Tuhan. Kita meninggalkan Tuhan seorang diri dan menyibukkan diri kita dengan urusan kita sendiri. Kita memberlakukan Tuhan seperti benda mati (bdk. Santa Faustina, Diary, 1385)

Betulkan?! Mulai sekarang kita sadari kehadiran Tuhan setiap kali kita menerima Kamuni Kudus. Yang penting: kita selalu ingat bahwa apapun yang kita lakukan ada Tuhan dalam diri kita. Kita bisa kuat dalam kelemahan kita, bisa bersyukur dengan berkat kita dan merasa malu dengan dosa kita. 

(HJ)

Perayaan Ekaristi. Salah Orientasi: Menolak Tujuan Yang Sedang Dicapai. Manusia Rindu Bersatu Dengan Tuhan Setelah Bersatu Manusia Mengabaikannya. Perayaan Ekaristi. Salah Orientasi: Menolak Tujuan Yang Sedang Dicapai. Manusia Rindu Bersatu Dengan Tuhan Setelah Bersatu Manusia Mengabaikannya. Reviewed by burungberkicau on July 13, 2016 Rating: 5
Post view: