Tujuan utama mukjijat adalah semakin dekat dengan Tuhan (Mark. 9,38-43. 45. 47-48)

 

Santo Bernardus dari Clairvaux (1090-1153) pernah mengatakan: “orang kudus dapat mendatangkan mukjizat, tetapi mukjizat belum tentu menjadikan seseorang sebagai orang kudus.” Barangkali di dalam lingkungan umat beriman ada orang-orang tertentu yang mendapatkan anugerah khusus membuat mukjizat tertentu dan hal itu digunakan untuk menolong sesama dan memuliakan Tuhan. Artinya, anugerah tersebut sungguh-sungguh digunakan sebagai sarana untuk melayani dan menghadirkan Allah dalam Kristus. Namun dapat juga terjadi, ada orang-orang yang merasa mampu membuat mukjizat, tetapi orientasinya berbeda, yaitu untuk kepentingan dan prestise pribadi. Misalnya, kita ambil contoh sederhana, para pemain sulap, pemain sirkuit, dan sebagainya. Dalam arti tertentu mereka juga dapat membuat mukjizat, tetapi biasanya mereka melakukannya demi keuntungan dirinya sendiri, untuk menarik penonton, untuk mengumpulkan uang, dan sebagainya.

Bagaimana sikap Tuhan Yesus sendiri? Dalam Injil, Tuhan Yesus meminta kepada para murid-Nya untuk tidak mencegah seseorang yang bukan pengikut-Nya mengusir setan demi nama-Nya. “Jangan kamu cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Bagi Tuhan Yesus, misi utama yang menjadi prioritas-Nya adalah terwujudnya Kerajaan Allah, yaitu keselamatan bagi setiap orang.

Bagi kita, para murid Tuhan Yesus, orang-orang Kristiani pada umumnya dan bahkan berlaku juga bagi orang-orang kudus Gereja sekalipun, yang paling utama tentu bukanlah mukjizatnya, melainkan Kristus. Kristuslah satu-satunya sumber kekuatan dan satu-satunya alasan bagi mukjizat yang autentik. Kristuslah yang harus dimuliakan di atas segala sesuatu. Dengan kata lain, mukjizat adalah sarana, sedangkan tujuannya adalah Kristus. Sarana tidak boleh kita jadikan tujuan. Mukjizat sebagai anugerah dari Allah adalah sarana untuk menghadirkan sukacita Allah dalam Kristus. Dengan demikian orang-orang yang menikmati buah-buah dari suatu mukjizat tertentu dapat semakin dekat satu sama lain dan semakin bersatu dengan Kristus. (gambar: pinterest, materi: inspirasi batin)


Tujuan utama mukjijat adalah semakin dekat dengan Tuhan (Mark. 9,38-43. 45. 47-48) Tujuan utama mukjijat adalah semakin dekat dengan Tuhan (Mark. 9,38-43. 45. 47-48) Reviewed by burungberkicau on September 26, 2021 Rating: 5
Post view: