Bertumbuh dalam penderitaan (Mrk. 8,27-35)

 

Jika sakit, kita mencari kesembuhan dengan pengobatan. Kita bekerja keras agar kebutuhan makan dan mninum kita terpenuhi. Orang tua menyekolahkan putra dan putrinya agar mereka kelak mendapatkan pekerjaan yang baik dan tidak menderita karena penghasilan yang tidak cukup. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kita senantiasa mengupayakan yang terbaik bagi hidup kita. Namun tidak semuanya selalu berjalan seperti yang kita inginkan walaupun kita sudah berupaya dengan sungguh-sungguh. Kita tetap saja menemukan kesulitan dan berbagai macam penderitaan. Hati kita kadang-kadang terluka karena berselisih paham dengan orang-orang di sekitar kita. Banyak orang kehilangan pekerjaan karena wabah pandemi Covid-19. Pada saat-saat ini, orang bertanya-tanya mengapa harus mengalami penderitaan. Kita semakin gelisah ketika merasa bahwa penderitaan tersebut terjadi bukan karena kesalahan kita. Bisa jadi kita juga akan sampai pada pertanyaan: “Bukankah aku sudah setia pada Tuhan, tidak mengganggu orang lain dan sudah membantu sesama. Mengapa aku harus mengalami kesulitan seperti ini?”

Mari kita belajar dari bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa orang-orang yang setia dan taat kepada-Nya akan terbebas dari kesulitan, penderitaan, dan salib. Bacaan pertama dan Injil hari ini justru menunjukkan yang sebaliknya. Yesaya mengatakan bahwa orang-orang hendak memukulinya, mencabuti janggutnya dan meludahi wajahnya. Kendatipun mengalami penganiayaan dan penolakan, Yesaya tetap berpegang teguh pada Tuhan. Ia menaruh pengharapannya pada Tuhan dan teguh di dalam menghadapi segala penderitaan. Hal senada disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Injil. Tuhan Yesus bersabda: “Setiap orang yang mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.” Mereka yang setia memikul salib akan mendapatkan hidup kekal bersama Allah di surga.

Marilah kita menjadikan Tuhan sebagai kekuatan di dalam menjalankan tugas perutusan kita sehari-hari. Tuhan tidak mengambil alih salib yang menjadi tanggung jawab kita. Namun hati kita tidak akan kecut dan lelah jika kita menhadapi kesulitan, tantangan, dan penolakan dari orang lain. Salib bukan lagi menjadi rintangan yang kita hindari melainkan sarana untuk semakin dekat dengan Tuhan. (gambar : pinterest, materi : inspirasi batin)


Bertumbuh dalam penderitaan (Mrk. 8,27-35) Bertumbuh dalam penderitaan (Mrk. 8,27-35) Reviewed by burungberkicau on September 13, 2021 Rating: 5
Post view: