Tanda nabi Yunus, pada waktu penghakiman Ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini (Matius 12:38-42)
Bagaimana pengalaman Anda jika ada orang yang tidak
memperhatikan dan selalu mencela? Apa-apa yang dibuat, dikatakan, dipikirkan,
direncanakan, semuanya tidak ada yang benar (Jawa: dipaido, artinya selalu disanggah, tidak diterima). Apakah orang
seperti itu bisa diberi masukan? Apakah mereka bisa menerima informasi dari
orang lian?
Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi datang kepada
Tuhan Yesus dan meminta suatu tanda, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari
pada-Mu”. Untuk apa mereka meminta suatu tanda? Apakah mereka tidak melihat
bahwa Tuhan Yesus sudah benyak membuat mukjizat? Bukankah itu suatu tanda juga?
Tidak mempukah mereka melihat tanda lewat mukjizat-kukjizat yang dibuat oleh
Tuhan Yesus? Orang sakit kusta disembukan, angin ribut diredakan, orang
kerasukan, orang lumpuh, orang bisu, orang buta, semua Ia sembuhkan. Apakah itu
bukan suatu tanda? Mau minta tanda yang bagaimana lagi? Tanda nabi Yunus saja
sudah mereka ketahui, mengapa masih belum paham juga? Kalau semua “perbuatan
hebat dan mengagumkan” Tuhan Yesus itu sudah ada di depan mata mereka dan
mereka tidak bisa menangkap sebagai tanda dari Allah dalam diri Tuhan Yesus,
apakah mereka akan mampu menerima tanda yang mereka minta dari Tuhan Yesus?
Sia-sialah perbuatan Tuhan Yesus jika mereka sudah memiliki apriori dan
pandangan yang jelek tentang Tuhan Yesus. Tanda apa saja yang dibuat Tuhan
Yesus tidak akan masuk dalam pikiran dan hidup mereka, karena mereka sudah
menolak dan tidak menerima Tuhan Yesus sebagai utusan dan Putra Allah.
Bagaimana dengan hidup imanku saat ini? Apakah aku juga
baru percaya pada Tuhan Yesus jika mendapat tanda atau mukjizat dalam hidup
kita? Tuhan Yesus pernah mencela keridakpercayaan Thomas akan kebangkitan-Nya,
lalu bersabda: “Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya”. Kalau kita mau
hening, diam, tenang di hadapan Allah, sebenarnya kita bisa melihat tanda-tanda
mukjizat Allah yang kita terima setiap hari. Misalnya: kita diberi hidup, bisa
menghirup udara segar setiap hari, dan air yang cukup untuk kita minum, ada
sinar matahari yang menghangatkan, ada bulan yang menerangi pada malam hari.
Setiap hari ada kelahiran manusia baru, artinya ada kehidupan yang hadir di dunai
ini.
Dalam keheningan kita akan mampu memahami dana mengalami tanda mukjizat dari Tuhan. Kemampuan itu akan mengajari kita untuk rendah hati di hadapan Allah. (gambar: pinterest, materi: inspirasi batin)
Reviewed by burungberkicau
on
July 20, 2021
Rating:


