31. Ziarah di Masa Pandemi Covid-19
Berdasarkan
Kalender Liturgi, Gereja pada hari ini merayakan Pesta Santa Perawan Maria
Mengunjungi Elisabet. Kunjungan persaudaraan
antara dua orang beriman yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk saling meneguhkan
sebagai perempuan yang melaksanakan kehendak Tuhan. Kunjungan dua wanita
beriman yang masing-masing mengandung
buah cinta dari kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia dan memberi
inspirasi yang perlu kita laksanakan untuk memenuhi kehendak Tuhan.
Umat
di lingkungan, keluarga, ataupun kita secara pribadi sering berziarah ke
tempat-tempat suci. Kebiasaan ziarah ini meneguhkan iman kepercayaan Katolik
berdasarkan teladan para pengikut Yesus yang telah menunjukkan kesetiaan imannya.
Kalau kita berziarah ke gua Maria atau taman doa, hati kita diarahkan untuk
mengagumi dan meneladan semangat keibuan Maria dan kerelaannya melaksanakan kehendak
Tuhan, yang diwujudkan dalam hidup sehari-hari.
Ziarah dan hormat bakti kita di hadapan Sakramen Mahakudus di kapel adorasi atau saat visitasi, meneguhkan bahwa Tuhan Yesus selalu memancarkan wajah Kerahiman dan Belas Kasih-Nya bagi kita. Kita boleh memandang-Nya dengan penuh kerinduan. Penggunaan berkat dengan air suci memberikan keyakinan untuk pembaruan diri dalam pertobatan serta pengenangan akan baptis yang melahirkan kita sebagai anak Allah.
Ziarah di masa pandemi Covid-19 memang serba
dibatasi, karena kita ingin menjadi berkat, bukan pembawa virus melalui
kerumunan yang berlebihan. Ziarah virtual yang dipandu oleh penyelenggara tur rohani
menjadi terobosan untuk tetap mengobarkan semangat iman dengan mengunjungi
tempat-tempat kudus yang beraneka ragam
dan kaya dalam Gereja kita. Keterbatasan
pergi ke tempat ziarah di masa pandemi Covid-19 jangan sampai
menyurutkan kesatuan kasih dalam keluarga dan kelompok. (Materi hari ke 31, Bulan Katekese
Liturgi Mei 2021, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang)
Reviewed by burungberkicau
on
May 31, 2021
Rating:


