1. Santo Yusuf – Pelindung Gereja dan Pekerja
Hari
ini kita libur. Kalau libur, orang biasanya berpikir: mau apa hari ini, mau ke
mana, mau makan apa. Yang suka naik sepeda (gowes) akan ajak-ajak: “Yuk gowes, mumpung
libur…, lalu nanti mampir makan soto atau bubur ayam”. Itu tentu baik demi kesehatan
kita. Akan tetapi marilahkita mengingat liburnya hari ini adalah karena Hari
Buruh Internasional.
Menurut
sejarah, hari buruh ini diadakan untuk memperingati peristiwa Haymarket di
Amerika Serikat pada tahun 1886, yaitu ketika kaum buruh menuntut 8 jam kerja
sehari. Hari buruh mengajak kita untuk menghormati martabat dan hak-hak kaum
buruh, para pekerja, pegawai, upahan kita.
Tercatat
juga dalam kalender liturgi, kalau hari ini adalah Peringatan Fakultatif Santo
Yusuf-Pekerja. Peringatan ini ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1955
untuk mengajak kita meneladan Santo Yusuf dan mohon agar Tuhan menyucikan
pekerjaan kita, serta Santo Yusuf melindungi pekerjaan kita.
Yang
khas kali ini adalah peringatan Santo Yusuf-Pekerja ini dalam rangka Tahun
Santo Yusuf yang telah ditetapkan oleh Paus Fransiskus. Sri Paus menghendaki
agar kita meneladan Santo Yusuf yang selain tekun melaksanakan pekerjaan kita demi
kebaikan hidup bersama, juga meneladan kerelaannya untuk bekerja di belakang layar,
tidak banyak omong tetapi bekerja dengan tekun dan setia. Pada masa pandemi ini,
kita perlu meneladan sikap Santo Yusuf yang banyak hening dan berdoa, tetapi
tetap terus bekerja bagi kepentingan dan keselamatan sesama.
Santo
Yusuf mengajari kita untuk tidak banyak publisitas diri, melainkan bekerja nyata bagi sesama,
dibarengi doa yang tekun dan tiada henti bagi segera berakhirnya masa pandemi Covid-19
ini. (Materi hari 1 Bulan
Katekese Liturgi, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang)
Reviewed by burungberkicau
on
May 02, 2021
Rating:


