LITURGI EKARISTI NATAL

 

Pada perayaan Ekaristi hari Minggu masa biasa, ada Ekaristi Sabtu malam ada Ekaristi Minggu. Walaupun perayaan ini diadakan pada hari yang berbeda, liturginya sama. Praktis bacaannya sama, doa-doanya sama, bahkan mungkin khotbahnya juga sama kalau Imam yang bertugas sama. Yang berbeda mungkin hanya para petugas dan nyanyiannya.Ini terjadi karena umat yang terlalu banyak, sehingga diperlukan Ekaristi beberapa kali.

Dalam Ekaristi hari Minggu biasa ini, kita cukup mengikuti sekali dalam Ekaristi tersebut, walaupun tidak dilarang mengikuti Ekaristi hari Sabtu dan Minggunya.

Pada perayaan Ekaristi hari Natal, ada Ekaristi malam Natal ada Ekaristi Minggu Natal. Liturgi malam Natal dengan Natal pagi jelas berbeda, itu bisa dilihat dari bacaannya yang berbeda, doa-doanya juga berbeda. Ada tiga perayaan Ekaristi yang berbeda yakni malam Natal 24 Desember, kemudian Natal fajar 25 Desember dan siangnya. Perbedaannya lebih terletak pada pemahaman, pemaknaan atau penghayatan tentang sejarah kelahiran Sang Emanuel yang kita renungkan.

1.    Ekaristi malam Natal: memberi tekanan tentang kelahiranNya yang sudah terjadi sejak awal, yakni dalam kehendak Bapa di Surga untuk mengangkat martabat manusia ke dalam sejarah keselamatanNya. Ajakan bagi kita semua untuk menyerahkan kemanusiaan kita untuk diikutsertakan dalam sejarah keselamatan oleh Tuhan.

2.    Ekaristi Natal fajar: permenungan lebih berpusat pada peristiwa yang mengabarkan lahirnya Kristus di dalam kehidupan orang beriman yang pertama, yakni para gembala. Pewarta pertama yang mengundang kita semua untuk ikut sujud dan menyembah ke hadapan sang Bayi Penyelamat, dan selanjutnya menjadi pewarta kabar baik bagi dunia.

3.    Ekaristi Natal siang: permenungan lebih mengarah pada pemahaman peristiwa kelahiran Kristus secara rohani di dalam kehidupan orang beriman. Peristiwa Inkulturasi Allah itu akhirnya bukan hanya fakta sejarah, tetapi menjadi rencana keselamatan Allah dan sekaligus sebagai dasar iman kita yang tak tergoyahkan.

Dalam Ekaristi Natal ini, kita diberi kebebasan, mau ikut yang malam Natal atau Natal pagi atau kedua-duanya. Kalau sudah mengikuti Ekaristi malam Natal, kita tidak wajib mengikuti Natal paginya. Hari raya Natal adalah salah satu hari raya yang disamakan dengan hari Minggu, dan karenanya wajib diikuti. Baik Ekarsti malam Natal dan Natal pagi sebutannya sama yaitu hari raya Natal.

Pada perayaan Ekaristi hari Paskah, ada perayaan Ekaristi malam Paskah dan hari raya Paskah. Ekaristi malam Paskah berada pada hari sendiri yang resminya bernama Sabtu Suci, sedangkan hari raya Paskah pada hari yang berbeda. Hari raya Paskah sendiri adalah puncak perayaan liturgi sepanjang tahun dan karenanya sangat wajib untuk diikuti.

Dalam Ekaristi Paskah ini, walaupun sudah mengikuti Ekaristi malam Paskah kita  tetap wajib mengikuti Ekaristi hari raya Paskah, berbeda dengan Natal.

Demikian sekilas perbedaan liturgi hari Minggu biasa, Natal dan Paskah. Semoga dapat membantu. (hobertusjodi, gambar: pinterest, materi: berbagai sumber)


LITURGI EKARISTI NATAL LITURGI  EKARISTI  NATAL Reviewed by burungberkicau on December 27, 2020 Rating: 5
Post view: