SEJARAH DOA SALAM MARIA
Doa Salam Maria merupakan doa Gereja untuk
menghormati ibu Maria. Selama kurang lebih 15 abad doa ini mengalami
perubahan sampai menjadi seperti yang biasa kita doakan saat ini:
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan
terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang
dan waktu kami mati. (Amin)
A. LATAR BELAKANG THEOLOGI
1. Maria adalah Bunda Allah.
Allah tidak terikat oleh
suatu kewajiban apapun untuk memiliki seorang ibu. Ia memilih untuk memiliki
seorang ibu dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, untuk memperkenankan
tubuh manusiawiNya dibentuk dalam rahimnya, melahirkanNya ke dunia sebagai
seorang bayi. Ia memilih untuk mengijinkan ibuNya menyusuiNya, menggendongNya
dalam pelukannya, melindungiNya dari mara bahaya , dan mengajariNya seperti
layaknya seorang anak diajari oleh orangtuanya: berjalan, berbicara dan berdoa.
Dengan demikian, Ia memilih
untuk memberikan kepada Maria kuasa atas DiriNya yang hanya dapat dinyatakan
dengan cinta. Gereja percaya bahwa dalam memilih ibuNya, Putra Allah memberikan
kepadanya kuasa atas kehendakNya, karena kasih yang dimiliki oleh seorang ibu
yang baik bagi anaknya.
2. Maria adalah Bunda seluruh Gereja.
Gereja percaya bahwa untuk
datang ke dunia Putra Allah memilih melalui seorang ibu agar ibuNya itu dapat
menerima juga anak manusia yang berdosa sebagai saudara-saudariNya. Ibu Maria
menjadi pribadi yang begitu mengenal Putra Allah, karena mengandung,
melahirkan, menyusui dan merawatNya. Dia
juga begitu memahami siapa, apa dan bagaimana manusia itu, karena memang dia
adalah manusia.
Putra Allah memberikan
teladan, bagaimana ibuNya harus dihormati dan dikasihi. Ia mempersiapkan ibuNya
sebagai ibu seluruh umat manusia dengan memintanya untuk menanggung segala
bentuk penderitaan yang mungkin, dengan demikian mengajarkan kepadanya untuk
menaruh belas kasihan pada segala bentuk penderitaan anak-anaknya.
Ia mengadakan mukjizatNya
yang pertama di hadapan publik atas permintaan ibuNya, dan menjelang ajalNya,
Ia mengingatkan ibuNya bahwa ia telah dipersiapkan sejak dari semula untuk
menjadi bunda bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kita percaya bahwa
Maria pastilah dengan antusias menolong kita, dalam pencobaan jiwa maupun
badan, seperti layaknya seorang ibu dengan antusias mengusahakan kesejahteraan
bagi anaknya.
Bersama dengan murid kepada
siapa Yesus mempercayakan ibundaNya di Golgota dengan mengatakan "Inilah
ibumu!", kita mengakui ibu Maria sebagai ibu kita. Ibu Maria akan
senantiasa mendekatkan kita pada Kristus. Sejak dari permulaan ibu Maria
mengenalNya, ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitanNya, tidakkah ibu
Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putranya dan misteri hidupNya?
Keyakinan bahwa Gereja bersatu
dalam doa dengan yang lain diungkapkan dalam doa kepada Maria, ibu Yesus, dan
kepada para kudus. Gereja percaya akan persekutuan para kudus yang berdoa
bersama dan bagi Gereja, dalam persatuan dengan Yesus Kristus.
B. SEJARAH DOA SALAM MARIA
1. Salam
Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
Yang
pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel, "Salam, hai
engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Luk.1:28). Kemudian ada
bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak
abad ke 6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai
penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: "Salam Maria, penuh
rahmat, Tuhan sertamu".
2. terpujilah
engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu,
Ungkapan
ini menterjemahkan seruan Elisabet, "Diberkatilah engkau di antara semua
perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk.1:42). Enam abad kemudian,
dalam abad ke 12 (tahun 1184) kata-kata
dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doa
singkat itu oleh Uskup Agung Canterbury, Abbot Baldwin. Kata-kata itu berbunyi,
"terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu."
3. Santa
Maria bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
Mulai
abad ke 13, di beberapa daerah berkembang
doa-doa singkat seperti, “Santa Maria, doakanlah kami. Amin”. Ada juga yang
mendoakan, “Doakanlah kami yang berdosa
ini. Amin”. Kemudian tradisi doa singkat ini ditambahkan dalam doa Salam Maria.
Maka munculah bagian yang kedua, “Santa Maria bunda Allah, doakanlah kami yang
berdosa ini,”
4. Penambahan
kata Yesus
di belakang buah tubuhmu,
Penambahan kata Yesus di belakang “...buah tubuhmu, Yesus” baru dikenal
pada abad ke 15 menurut anjuran Paus
Urban IV (1261) dan Paus Yohanes XXII (1316-1344). Sehingga doa Salam
Maria menjadi "terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah
buah tubuhmu, Yesus.”
5. sekarang
dan waktu kami mati. (Amin)
Doa
selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, dengan penambahan “sekarang
dan waktu kami mati. Amin”, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius
V pada tahun 1568 dalam Roman Breviary. Katekismus
Konsili Trente menyatakan, “Adalah sangat tepat, bahwa Gereja Tuhan yang kudus
menambahkan kepada ucapan syukur ini, permohonan kepada bunda Allah yang kudus
untuk mendoakan kita, dan dengan demikian supaya kita mohon bantuan kepadanya
agar oleh doa-doa syafaatnya, ia mengusahakan persahabatan antara Allah dan
kita manusia, dan memperoleh bagi kita, berkat yang kita butuhkan untuk hidup
sekarang ini dan untuk hidup yang tidak berkesudahan.”
6. Digunakan untuk doa Rosario.
Baru pada abad ke 16 doa Salam Maria ini dipergunakan untuk doa Rosario yang
terbagi menjadi 5 peristiwa dalam 3 misteri, yakni gembira, sedih dan mulia
yang semuanya merenungkan peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Kristus.
Demikianlah
sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal. Ternyata sarat akan tradisi
yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului
kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan ibu Maria dan melalui doa ini
menaruh harapannya kepada Bunda Allah.
Selama
berabad-abad telah banyak orang mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber
rahmat rohani . Setiap orang beriman yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara
utuh tentu akan dapat memahami peran ibu Maria dalam tata penyelamatan manusia.
Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah , asal mula dan tujuan hidup kita,
dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus. Fungsi kepengantaraan
Kristus utuh, karena Ia adalah "Firman Allah" (mewakili Allah) dan
sekaligus "Yang tinggal di tengah kita" (mewakili manusia). Dan
kepengantaraan ibu Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di
antara kita. Dalam berdoa, kita berdoa bersama ibu Maria yang menyampaikan
doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh
Kudus . (hjh, dari berbagai sumber)
Reviewed by burungberkicau
on
June 02, 2020
Rating:


