SEJARAH DOA SALAM MARIA

Gambar: Pinterest

Doa Salam Maria merupakan doa Gereja untuk menghormati ibu Maria. Selama kurang lebih 15 abad doa ini mengalami perubahan sampai menjadi seperti yang biasa kita doakan saat ini:

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,

terpujilah engkau di antara wanita,

dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini,

sekarang dan waktu kami mati. (Amin)

A. LATAR BELAKANG THEOLOGI

1.  Maria adalah Bunda Allah.

Allah tidak terikat oleh suatu kewajiban apapun untuk memiliki seorang ibu. Ia memilih untuk memiliki seorang ibu dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, untuk memperkenankan tubuh manusiawiNya dibentuk dalam rahimnya, melahirkanNya ke dunia sebagai seorang bayi. Ia memilih untuk mengijinkan ibuNya menyusuiNya, menggendongNya dalam pelukannya, melindungiNya dari mara bahaya , dan mengajariNya seperti layaknya seorang anak diajari oleh orangtuanya: berjalan, berbicara dan berdoa.

Dengan demikian, Ia memilih untuk memberikan kepada Maria kuasa atas DiriNya yang hanya dapat dinyatakan dengan cinta. Gereja percaya bahwa dalam memilih ibuNya, Putra Allah memberikan kepadanya kuasa atas kehendakNya, karena kasih yang dimiliki oleh seorang ibu yang baik bagi anaknya.

2.  Maria adalah Bunda seluruh Gereja.

Gereja percaya bahwa untuk datang ke dunia Putra Allah memilih melalui seorang ibu agar ibuNya itu dapat menerima juga anak manusia yang berdosa sebagai saudara-saudariNya. Ibu Maria menjadi pribadi yang begitu mengenal Putra Allah, karena mengandung, melahirkan, menyusui dan merawatNya.  Dia juga begitu memahami siapa, apa dan bagaimana manusia itu, karena memang dia adalah manusia. 

Putra Allah memberikan teladan, bagaimana ibuNya harus dihormati dan dikasihi. Ia mempersiapkan ibuNya sebagai ibu seluruh umat manusia dengan memintanya untuk menanggung segala bentuk penderitaan yang mungkin, dengan demikian mengajarkan kepadanya untuk menaruh belas kasihan pada segala bentuk penderitaan anak-anaknya.

Ia mengadakan mukjizatNya yang pertama di hadapan publik atas permintaan ibuNya, dan menjelang ajalNya, Ia mengingatkan ibuNya bahwa ia telah dipersiapkan sejak dari semula untuk menjadi bunda bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kita percaya bahwa Maria pastilah dengan antusias menolong kita, dalam pencobaan jiwa maupun badan, seperti layaknya seorang ibu dengan antusias mengusahakan kesejahteraan bagi anaknya.

Bersama dengan murid kepada siapa Yesus mempercayakan ibundaNya di Golgota dengan mengatakan "Inilah ibumu!", kita mengakui ibu Maria sebagai ibu kita. Ibu Maria akan senantiasa mendekatkan kita pada Kristus. Sejak dari permulaan ibu Maria mengenalNya, ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitanNya, tidakkah ibu Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putranya dan misteri hidupNya?

Keyakinan bahwa Gereja bersatu dalam doa dengan yang lain diungkapkan dalam doa kepada Maria, ibu Yesus, dan kepada para kudus. Gereja percaya akan persekutuan para kudus yang berdoa bersama dan bagi Gereja, dalam persatuan dengan Yesus Kristus.

B. SEJARAH DOA SALAM MARIA

1.  Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,

Yang pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel, "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Luk.1:28). Kemudian ada bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak abad ke 6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu".

2.  terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu,

Ungkapan ini menterjemahkan seruan Elisabet, "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk.1:42). Enam abad kemudian, dalam abad ke 12 (tahun 1184) kata-kata dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doa singkat itu oleh  Uskup Agung Canterbury, Abbot Baldwin. Kata-kata itu berbunyi, "terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu."

3.  Santa Maria bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,

Mulai abad ke 13, di beberapa daerah berkembang doa-doa singkat seperti, “Santa Maria, doakanlah kami. Amin”. Ada juga yang mendoakan, “Doakanlah kami yang  berdosa ini. Amin”. Kemudian tradisi doa singkat ini ditambahkan dalam doa Salam Maria. Maka munculah bagian yang kedua, “Santa Maria bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,”

4.  Penambahan kata Yesus di belakang buah tubuhmu,

Penambahan kata Yesus di belakang “...buah tubuhmu, Yesus” baru dikenal pada abad ke 15 menurut anjuran Paus Urban IV (1261) dan Paus Yohanes XXII (1316-1344). Sehingga doa Salam Maria menjadi "terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.”

5.  sekarang dan waktu kami mati. (Amin)

Doa selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, dengan penambahan “sekarang dan waktu kami mati. Amin”, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568 dalam Roman Breviary. Katekismus Konsili Trente menyatakan, “Adalah sangat tepat, bahwa Gereja Tuhan yang kudus menambahkan kepada ucapan syukur ini, permohonan kepada bunda Allah yang kudus untuk mendoakan kita, dan dengan demikian supaya kita mohon bantuan kepadanya agar oleh doa-doa syafaatnya, ia mengusahakan persahabatan antara Allah dan kita manusia, dan memperoleh bagi kita, berkat yang kita butuhkan untuk hidup sekarang ini dan untuk hidup yang tidak berkesudahan.”

6.  Digunakan untuk doa Rosario.

Baru pada abad ke 16 doa Salam Maria ini dipergunakan untuk doa Rosario yang terbagi menjadi 5 peristiwa dalam 3 misteri, yakni gembira, sedih dan mulia yang semuanya merenungkan peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Kristus.

Demikianlah sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal. Ternyata sarat akan tradisi yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan ibu Maria dan melalui doa ini menaruh harapannya kepada Bunda Allah.

Selama berabad-abad telah banyak orang mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber rahmat rohani . Setiap orang beriman yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara utuh tentu akan dapat memahami peran ibu Maria dalam tata penyelamatan manusia. Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah , asal mula dan tujuan hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus. Fungsi kepengantaraan Kristus utuh, karena Ia adalah "Firman Allah" (mewakili Allah) dan sekaligus "Yang tinggal di tengah kita" (mewakili manusia). Dan kepengantaraan ibu Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di antara kita. Dalam berdoa, kita berdoa bersama ibu Maria yang menyampaikan doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh Kudus . (hjh, dari berbagai sumber)


SEJARAH DOA SALAM MARIA SEJARAH DOA SALAM MARIA Reviewed by burungberkicau on June 02, 2020 Rating: 5
Post view: