SAKRAMEN PERMANDIAN. Menerima dan Mengalami Keselamatan Dunia dan Akhirat itu, Semudah Membalikkan Tangan
Dengan menerima sakramen Baptis
seseorang dihapuskan dari dosa, baik dosa asal maupun dosa yang dilakukan
secara pribadi. Selain itu, secara cuma-cuma akan menerima jalan, kebenaran dan
hidup. Orang tersebut tidak akan pernah mengalami jalan buntu, dapat menjadi orang
benar dan tidak akan binasa.
Sakramen Baptis adalah sakramen
pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. Sakramen ini dilayankan dengan
cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak
sekadar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan
Putra dan Roh Kudus " (bdk. Mat 28:19).
Akibat dosa asal, kita lahir di
dunia dengan kehilangan kemuliaan Allah (bdk. Rm 3:23), sehingga kita tidak
mungkin bersekutu dengan Allah. Yesus telah turun ke dunia untuk membawa
manusia kembali ke pangkuan Allah. Yesus mengatakan bahwa seseorang harus
dilahirkan kembali dalam air dan Roh (bdk. Yoh 3:5), yaitu di dalam
Pembaptisan.
Dalam Pembaptisan seseorang
dilahirkan kembali secara spiritual. Oleh kelahiran baru di dalam Pembaptisan
ini kita diselamatkan (bdk. 1Ptr 3:21), karena kita dipersatukan dengan
kematian Kristus untuk dibangkitkan bersama-sama dengan Dia (bdk. Rom 6:5).
Buah-buah sakramen Baptis :
a. Penghapusan dosa, baik dosa asal
maupun dosa pribadi.
b. Pencurahan Roh Kudus beserta
karuniaNya ke dalam jiwa kita, yang memampukan kita untuk hidup baru.
c.
Diangkat
menjadi anak-anak Allah.
d. Digabungkan ke dalam Gereja yang
menjadikan kita anggota Tubuh Kristus.
Materia dan forma sakramen Baptis :
Materia sakramen Baptis adalah air yang
dicurahkan atau air untuk menenggelamkan saat Pembaptisan. Biasanya Baptisan
baru juga diurapi dengan minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum / OC).
Forma
sakramen Baptis adalah rumusan “…
aku membaptis kamu, dalam nama Bapa Putra dan Roh Kudus.“
Pelayan sakramen Baptis :
Pelayan sakramen ini biasanya
seorang uskup atau imam. Dalam keadaan darurat, siapapun yang berniat untuk
melakukan apa yang dilakukan Gereja, bahkan jika orang itu bukanlah seorang
Kristiani, dapat membaptis. Sakramen Baptis hanya diterima sekali dalam hidup
manusia dan melekat tidak bisa terhapuskan. (hjh,
dari berbagai sumber)

