YESUS MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG. “Mengatasi masalah dengan apa yang ada” (Mat 14:13-21)

Kisah yang sangat luar biasa, dari lima roti dan dua ikan, dapat memberi makan lima ribu orang laki-laki, tidak dihitung yang perempuan dan anak-anak. Bahkan ada sisa dua belas bakul untuk dibawa pulang menjadi berkat yang di rumah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana munculnya sekian banyak roti dan ikan itu, dan bagaimana membagikannya kepada sekian banyak orang.

Yang pasti, dibutuhkan suatu menagement yang hebat untuk mengatasi tanggap darurat penyakit dan kelaparan pada waktu itu. Dalam hidup kita, sering juga muncul permasalahan yang membutuhkan penanganan yang berdaya guna dan berhasil guna. Misalnya, masalah yang sedang kita hadapi sekarang, pandemi covid-19. Banyak orang egois, sulit diatur sehingga jumlah penderita meningkat; banyak badan usaha tutup sehingga jumlah penganggur meningkat, pendapatan menurun; banyak juga kegiatan-kegiatan yang berjalan tidak lancar.

Berdasarkan kisah ini ada  lima sikap yang bisa kita lakukan untuk menghadapi permasalahan yang sedang kita hadapi.

1.  Cepat tanggap

Ketika Yesus melihat banyak orang berbondong-bondong, dengan cepat Dia tanggap, tahu yang harus dilakukanNya, menyembuhkan mereka yang sakit dan memberi mereka makan.  Mereka datang, mereka tidak membawa bekal, sebenarnya bukan urusan Yesus, tapi Yesus peduli, ada belas kasihan dalam hati Yesus, sehingga tergeraklah hatiNya. 

Hati kita harus selalu tergerak, bertanggung jawab atas perkara yang kita hadapi, tidak boleh cuci tangan atau melarikan diri. Tidak boleh egois, yang penting saya lainnya bukan urusan saya. Kita harus terlibat menghadapi bersama, mengerjakan bersama.

2.  Luwes

Hanya dengan lima roti dan dua ikan untuk menyelesaikan masalah kelaparan ribuan orang, kelihatannya sangat tidak mungkin. Karena merasa tidak mungkin kemudian ditinggal pergi? bukan ini yang dilakukan Yesus.  Dengan keluwesanNya Yesus dapat menyelesaikan masalah tersebut, mengangkat roti dan ikan mengucap syukur dan terjadilah mujizat yang luar biasa, mereka semua kenyang dan masih ada sisa setelah mereka semua makan.

Kadang kita menghadapi perkara yang tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan aturan. Sering kita membatasi diri dengan konsep, dengan kebiasaan yang seharusnya bisa berubah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kondisi seperti ini membutuhkan sikap fleksibel yang didasarkan pada pengetahuan, pengertian dan kebijakan untuk memutuskan dan melangkah.

3.  Tanpa kesalahan

Kemudian Yesus menyuruh orang-orang itu duduk, perintah yang tepat. Tempat itu memang layak untuk duduk karena berumput, supaya gampang untuk memprediksi jumlah, supaya tenang, bisa bertahan dan gampang untuk melayani mereka. Dengan tindakan ini akan menghindari banyak kesalahan dalam karyaNya.

Ini menunjukkan pentingnya perencanaan dalam melakukan sesuatu. Dengan merencanakan kita bisa melihat apa saja yang kita butuhkan, bisa mengerti bagaimana kita mengerjakan, sehingga pekerjaan itu bisa efektif dan efisien.

4.  Tidak boros

Seandainya potongan-potongan yang lebih tidak dikumpulkan atau dibuang, kemudian kalau membutuhkan Yesus membuat mujizat lagi, gampang bagi Yesus, tetapi ini tidak dilakukanNya. Potongan-potongan itu tetap dimanfaatkan, untuk bekal pulang atau untuk berkat yang ada di rumah.

Direncanakan supaya tidak ada yang terbuang, baik waktu, pikiran, tenaga atau biaya, kalaupun ada sisa harus bisa  dimanfaatkan.

5.  Transparan

Ada lima roti, dua ikan, lima ribu laki-laki, sisa dua belas bakul penuh, adalah jumlah yang bisa dibaca. Jelas yang menyuruh (Yesus), jelas yang melakukan (para murid) dan jelas tujuannya (supaya tidak terbuang) merupakan kepastian. Siapapun bisa membaca dan boleh mengetahuinya, tidak ruwet, berputar-putar dan membingungkan.

Yang sering terjadi, karena kepentingan tertentu dengan sengaja dibuat overleaping dan ambigu (banyak arti), sehingga tidak efektif, masalah sederhana menjadi kompleks dan sulit diselesaikan. Kalau semua permasalahan dan solusi bisa transparan, bisa dibaca dan bisa dimengerti maka akan dapat dikerjakan dengan rapi dan jelas.

Berdasarkan pengalaman ini maka kita harus memiliki hati yang peka supaya bisa cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada. Dengan pengetahuan, pengertian dan kebijaksanaan yang luwes menemukan solusi yang tepat, direncanakan dengan matang dan tanpa kesalahan, kemudian  dikerjakan dengan jelas dan transparan. (hobertusjodi, gambar: pinterest, materi: berbagai sumber)


YESUS MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG. “Mengatasi masalah dengan apa yang ada” (Mat 14:13-21) YESUS MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG. “Mengatasi masalah dengan apa yang ada” (Mat 14:13-21) Reviewed by burungberkicau on May 31, 2020 Rating: 5
Post view: