LANGKAH KONKRIT TUGAS MENCIPTA, MENCINTA DAN MENGKUDUSKAN SEBAGAI PERWUJUDAN MEMBUAT TANDA SALIB: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS, AMIN.
Dalam nama
Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin. Dengan pikiran kita memikirkan Bapa
yang mencipta dan memanggil kita untuk mencipta juga. Dengan hati kita
merasakan Putera yang mencintai dan menugaskan kita untuk mencintai juga.
Dengan tenaga kita mengalami Roh Kudus yang menyertai, mengampuni, mengkuduskan
dan memerintahkan kita untuk mengkuduskan juga.
Tiga hal tersebut menggambarkan Tri
Tunggal Mahakudus,
dalam mencipta ada cinta dan pengkudusan, dalam mencinta ada cipta dan
pengkudusan, dalam mengkuduskan ada cipta dan cinta. Ketiga hal tersebut
merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Tiga hal tersebut harus kita lakukan
sebagai tugas (mau tidak mau, suka tidak suka) untuk melaksanakan kehendak
Tuhan. Kita jalankan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan mulai sekarang.
Karena waktu yang kita miliki hanyalah sekarang (now here), kemarin adalah masa lalu (kenangan), besok adalah
harapan (misteri). Ketiga hal tersebut harus kita hayati dengan mengamini (Amin
adalah doa yang paling singkat).
Mengamini kehendak dan rencana Tuhan,
karena Dialah yang lebih mengenal kita dari pada kita mengenal diri kita sendiri.
Deus intimeor intimo meo, Deus intimeor
intimo tuo.
- Dalam berdoa.
Mencipta, mencintai, mengkuduskan
bisa dilakukan melalui berdoa. Berdoa adalah senjata orang beriman. Dengan
berdoa kita bisa menghadirkan Tuhan dalam diri sendiri dan sesama kita. Dengan
berdoa kita bisa terbebas dari keterbatasan ruang, waktu, daging, kepentingan-kepentingan
duniawi.
Berdoa dengan benar sering tidak
mudah dilakukan. Inginnya mencipta, mencintai, mengkuduskan tetapi yang
terbayang kejelekan orang yang kita doakan, sehingga muncul jengkel, marah
(daya merusak) dan akhirnya kita tidak berdoa. Inilah tantangan dari cinta yang
menggerakkan doa. Maka sebelum berdoa kita harus mohon ampun dan mengampuni,
karena dengan mengampuni kita diampuni (bdk.
Doa Bapa Kami).
Mengampuni dapat menyembuhkan
luka-luka batin kita dan menggantikannya dengan cinta Tuhan, maka dengan
mengampuni kita tinggal dalam cinta Tuhan. Cinta ini akan bekerja dengan luar
biasa, mengubah sakit menjadi sembuh, jelek menjadi baik, benci menjadi kasih, sedih
menjadi bahagia, dll. Inilah berdoa yang sesungguhnya. Cinta ini juga bisa
mengembangkan karunia atau bakat atau talenta yang ada dalam diri kita. Banyak
karunia yang tidak bisa berkembang karena dihambat oleh luka-luka batin kita.
Misalnya, dendam dengan alat musik maka tidak akan berkembang bakat memainkan
alat musik.
Mengampuni sering tidak mudah juga
kita lakukan, merupakan pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan yang besar,
mengalahkan diri sendiri, ego dan harga
diri. Maka kita rubah paradigma mengampuni dengan mengkuduskan, istilah yang
berbeda tetapi membuahkan hasil yang sama.
- Dalam berkata.
Mencipta, mencinta dan mengkuduskan
bisa melalui perkataan. Kata mempunyai daya yang luar biasa untuk mengubah
sesuatu. Misalnya, kita mengatakan sakit-sakit-sakit pada tubuh kita maka tubuh
akan sakit. Kita mengatakan cinta-cinta-cinta pada tubuh kita maka akan terasa
hangat, ringan dan bahagia. Inilah kekuatan kata. Maka marilah kita berkata
dengan baik, karena berkata adalah berkat.
Dalam hidup kita, banyak kata atau
nama yang bersifat tidak membangun. Sebenarnya mempunyai tujuan baik tetapi
nama yang dipakai berkebalikan (kontradiksi) dengan tujuan tersebut. Misalnya,
rumah sakit (tempat untuk menyembuhkan), rumah duka (tempat orang bahagia karena
bertemu dengan Tuhannya).
Kalau menemui kontradiksi seperti
tersebut di atas atau menemukan istilah yang berlawanan dengan tujuan baik,
kita menggantikan dengan negasi. Misalnya, sakit diganti kurang sehat, gagal
diganti belum berhasil, bodoh diganti tidak pandai, dll. Karena kata yang kita
terima direkam oleh tubuh, kata yang baik menghasilkan hormon Endhropin (hormon kebahagiaan) dan kata
yang tidak baik menghasilkan hormon Noradrenalin
(hormon yang bersifat racun).
- Dalam bertindak.
Mencipta, mencinta dan mengkuduskan
bisa dilakukan melalui tindakan kita. Ketika Tuhan Yesus mengutus kedua belas
rasul berkata : pergilah…, sembuhkan…, bangkitkan…, tahirkan…, usirlah… (bdk.
Mat. 10:8). Tuhan memberi kuasa dan
turut bekerja.
Untuk bertindak kita harus sehat
jasmani dan rohani, jiwa dan raga. Tiga hal yang sulit dipisahkan. Rohani
mempengaruhi jiwa dan badan, jiwa mempengaruhi rohani dan badan, demikian juga
badan akan mempengaruhi jiwa dan rohani. Misalnya, kawatir akan menimbulkan
maag, sedih menimbulkan sesak naphas, takut menimbulkan gangguan ginjal, marah
menimbulkan gangguan jantung, dendam menimbulkan gangguan lever, dll.
Untuk menyembuhkanpun tiga hal
tersebut di atas (badan, jiwa dan roh) saling berhubungan dan mempengaruhi.
Sakit badan bisa karena jiwa atau rohnya, sakit jiwa bisa karena roh atau
badannya, demikian juga sakit rohani bisa karena jiwa atau badannya.
Mencipta, mencinta dan mengkuduskan adalah tugas utama kita
sebagai orang beriman. Ketiga tugas itu baru nyata dalam berdoa, berkata dan
bertindak. Maka marilah kita pergi untuk mencipta, mencinta dan mengkuduskan karena
kita diutus! (hjh, dari berbagai sumber)
Reviewed by burungberkicau
on
May 31, 2020
Rating:


