LANGKAH KONKRIT TUGAS MENCIPTA, MENCINTA DAN MENGKUDUSKAN SEBAGAI PERWUJUDAN MEMBUAT TANDA SALIB: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS, AMIN.


Gambar: Pinterest

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin. Dengan pikiran kita memikirkan Bapa yang mencipta dan memanggil kita untuk mencipta juga. Dengan hati kita merasakan Putera yang mencintai dan menugaskan kita untuk mencintai juga. Dengan tenaga kita mengalami Roh Kudus yang menyertai, mengampuni, mengkuduskan dan memerintahkan kita untuk mengkuduskan juga.

Tiga hal tersebut menggambarkan Tri Tunggal Mahakudus, dalam mencipta ada cinta dan pengkudusan, dalam mencinta ada cipta dan pengkudusan, dalam mengkuduskan ada cipta dan cinta. Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Tiga hal tersebut harus kita lakukan sebagai tugas (mau tidak mau, suka tidak suka) untuk melaksanakan kehendak Tuhan. Kita jalankan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan mulai sekarang. Karena waktu yang kita miliki hanyalah sekarang (now here), kemarin adalah masa lalu (kenangan), besok adalah harapan (misteri). Ketiga hal tersebut harus kita hayati dengan mengamini (Amin adalah doa yang paling singkat).

Mengamini kehendak dan rencana Tuhan, karena Dialah yang lebih mengenal kita dari pada kita mengenal diri kita sendiri. Deus intimeor intimo meo, Deus intimeor intimo tuo.    

  1. Dalam berdoa.

Mencipta, mencintai, mengkuduskan bisa dilakukan melalui berdoa. Berdoa adalah senjata orang beriman. Dengan berdoa kita bisa menghadirkan Tuhan dalam diri sendiri dan sesama kita. Dengan berdoa kita bisa terbebas dari keterbatasan ruang, waktu, daging, kepentingan-kepentingan duniawi.

Berdoa dengan benar sering tidak mudah dilakukan. Inginnya mencipta, mencintai, mengkuduskan tetapi yang terbayang kejelekan orang yang kita doakan, sehingga muncul jengkel, marah (daya merusak) dan akhirnya kita tidak berdoa. Inilah tantangan dari cinta yang menggerakkan doa. Maka sebelum berdoa kita harus mohon ampun dan mengampuni, karena dengan mengampuni kita diampuni (bdk. Doa Bapa Kami).  

Mengampuni dapat menyembuhkan luka-luka batin kita dan menggantikannya dengan cinta Tuhan, maka dengan mengampuni kita tinggal dalam cinta Tuhan. Cinta ini akan bekerja dengan luar biasa, mengubah sakit menjadi sembuh, jelek menjadi baik, benci menjadi kasih, sedih menjadi bahagia, dll. Inilah berdoa yang sesungguhnya. Cinta ini juga bisa mengembangkan karunia atau bakat atau talenta yang ada dalam diri kita. Banyak karunia yang tidak bisa berkembang karena dihambat oleh luka-luka batin kita. Misalnya, dendam dengan alat musik maka tidak akan berkembang bakat memainkan alat musik.  

Mengampuni sering tidak mudah juga kita lakukan, merupakan pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan yang besar, mengalahkan diri sendiri, ego  dan harga diri. Maka kita rubah paradigma mengampuni dengan mengkuduskan, istilah yang berbeda tetapi membuahkan hasil yang sama. 

  1. Dalam berkata.

Mencipta, mencinta dan mengkuduskan bisa melalui perkataan. Kata mempunyai daya yang luar biasa untuk mengubah sesuatu. Misalnya, kita mengatakan sakit-sakit-sakit pada tubuh kita maka tubuh akan sakit. Kita mengatakan cinta-cinta-cinta pada tubuh kita maka akan terasa hangat, ringan dan bahagia. Inilah kekuatan kata. Maka marilah kita berkata dengan baik, karena berkata adalah berkat.

Dalam hidup kita, banyak kata atau nama yang bersifat tidak membangun. Sebenarnya mempunyai tujuan baik tetapi nama yang dipakai berkebalikan (kontradiksi) dengan tujuan tersebut. Misalnya, rumah sakit (tempat untuk menyembuhkan), rumah duka (tempat orang bahagia karena bertemu dengan Tuhannya).

Kalau menemui kontradiksi seperti tersebut di atas atau menemukan istilah yang berlawanan dengan tujuan baik, kita menggantikan dengan negasi. Misalnya, sakit diganti kurang sehat, gagal diganti belum berhasil, bodoh diganti tidak pandai, dll. Karena kata yang kita terima direkam oleh tubuh, kata yang baik menghasilkan hormon Endhropin (hormon kebahagiaan) dan kata yang tidak baik menghasilkan hormon Noradrenalin (hormon yang bersifat racun).     

  1. Dalam bertindak.

Mencipta, mencinta dan mengkuduskan bisa dilakukan melalui tindakan kita. Ketika Tuhan Yesus mengutus kedua belas rasul berkata : pergilah…, sembuhkan…, bangkitkan…, tahirkan…, usirlah… (bdk. Mat. 10:8).  Tuhan memberi kuasa dan turut bekerja.

Untuk bertindak kita harus sehat jasmani dan rohani, jiwa dan raga. Tiga hal yang sulit dipisahkan. Rohani mempengaruhi jiwa dan badan, jiwa mempengaruhi rohani dan badan, demikian juga badan akan mempengaruhi jiwa dan rohani. Misalnya, kawatir akan menimbulkan maag, sedih menimbulkan sesak naphas, takut menimbulkan gangguan ginjal, marah menimbulkan gangguan jantung, dendam menimbulkan gangguan lever, dll.

Untuk menyembuhkanpun tiga hal tersebut di atas (badan, jiwa dan roh) saling berhubungan dan mempengaruhi. Sakit badan bisa karena jiwa atau rohnya, sakit jiwa bisa karena roh atau badannya, demikian juga sakit rohani bisa karena jiwa atau badannya.

Mencipta, mencinta dan mengkuduskan adalah tugas utama kita sebagai orang beriman. Ketiga tugas itu baru nyata dalam berdoa, berkata dan bertindak. Maka marilah kita pergi untuk mencipta, mencinta dan mengkuduskan karena kita diutus! (hjh, dari berbagai sumber)


LANGKAH KONKRIT TUGAS MENCIPTA, MENCINTA DAN MENGKUDUSKAN SEBAGAI PERWUJUDAN MEMBUAT TANDA SALIB: DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS, AMIN. LANGKAH KONKRIT TUGAS MENCIPTA, MENCINTA DAN MENGKUDUSKAN  SEBAGAI PERWUJUDAN MEMBUAT TANDA SALIB:  DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS, AMIN. Reviewed by burungberkicau on May 31, 2020 Rating: 5
Post view: