Tiga Hal Yang Diselesaikan Tuhan Yesus Dengan Kematian-Nya Di Kayu Salib

A. Teks Kitab Suci:
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai" lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya” (Yoh. 19:13).


B. Tafsir Kitab Suci:
Perkataan Yesus yang terakhir sebelum Ia mati adalah: “Sudah selesai” (tetelestoi). Ini bukan pernyataan orang yang kalah tetapi sebuah ungkapan kemenangan karena diucapkan dengan suara nyaring.  Artinya Yesus sudah menyelesaikan dengan sempurna semua tugasNya di dunia.

Tiga hal yang diselesaikan Tuhan Yesus di dunia ini adalah:
1. Ia menanggung dosa.
Ia disalibkan karena dosa kita sehingga kita tidak perlu dihukum. “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya” (Ef. 1:7; bdk. Mat. 26:28). Melalui darah yang dicurahkan seluruhnya sampai tak tersisa, dosa kita dihapuskanNya.

Ini merupakan berkat yang terbesar karena pada waktu kita berdosa, hubungan kita dengan Allah terpisah. Inilah awal dari segala permasalahan yang ada dalam hidup kita, dari masalah ekonomi, penyakit sampai pada masalah kebinasaan kekal (neraka). Melalui darahNya dosa kita diampuni dan dipulihkan kembali hubungan kita dengan Allah.

2. Ia menyembuhkan penyakit.
Karena bilur-bilurNya kita disembuhkan. “Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita" (Mat. 8:17).

Tidak hanya penyakit rohani yakni dosa yang mengakibatkan kematian kekal, tetapi juga penyakit jasmani/badani (pusing, kanker) dan penyakit jiwa (stress, depresi) kita disembuhkan.

Ini merupakan berkat yang terbesar karena pada waktu kita berdosa, hubungan kita dengan Allah terpisah.

3. Ia menyelesaikan kemiskinan.
Berarti kemiskinan sudah berakhir dari hidup kita. “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya” (2Kor. 8:9). Maksudnya ialah supaya kemiskinanNya menjadikan kita kaya. Ia mengambil kemiskinan kita, mengganti kemiskinan kita, sehingga kita menjadi kaya.

Kekayaan ini betul-betul bersifat jasmani. Kaya bukan identik dengan duniawi, miskinpun juga bukan identik dengan surgawi. Jadi tidak ada hubungan masalah kaya dan miskin dengan kerohanian. “Rancangan jahat iblis adalah menipu Gereja untuk mempercayai bahwa jauh lebih saleh menjadi miskin dari pada kaya” (Phil Pringle). Tokoh-tokoh hebat yang diberkati  dalam Alkitab adalah orang-orang yang kaya. Misalnya: Abraham, Ishak, Yakub, Ayub, Daud, dll.

Jangan berdosa, jangan sakit dan jangan miskin! Kita harus kudus, harus sehat dan harus kaya! Selamat! (HJ)



Tiga Hal Yang Diselesaikan Tuhan Yesus Dengan Kematian-Nya Di Kayu Salib Tiga Hal Yang Diselesaikan Tuhan Yesus Dengan Kematian-Nya Di Kayu Salib Reviewed by burungberkicau on November 24, 2016 Rating: 5
Post view: