Bagaimana Supaya Kita Hidup Sebagai Pemenang? Pendalaman Kitab Suci Roma 8:35-39
Teks Kitab Suci: Roma 8:35-39
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 8:36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Bagaimana supaya kita hidup sebagai pemenang?
Rajin membaca Kitab Suci
Fakta membuktikan bahwa penemuan-penemuan ilmu pengetahuan yang terjadi di Eropa (Isac Newton, Galileo Galilei, Leonardo Davinci) terjadi dari lingkungan Gereja. Demikian juga di Amerika (Mesin uap, Listrik, Telephone) berasal dari orang-orang yang rajin membaca Firman Tuhan. Gereja menjadi pusat untuk menyelesaikan masalah karena mereka hidup dalam takut akan Tuhan. Maka tidak mengherankan kalau Gereja menjadi pusat kegiatan, menjadi pusat budaya sehingga bangunan gereja waktu itu biasanya begitu mewah dan megah.
Hukum Value mengatakan bahwa nilai sebuah benda ditentukan oleh besarnya fungsi benda itu, jadi barang akan mahal harganya kalau berguna. Demikian juga manusia. Manusia diciptakan tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain, untuk melayani orang lain, sebagai jawaban doa bagi orang lain. Kalau manusia tidak berfungsi, maka manusia itu rusak, biasanya akan mengalami kesulitan-kesulitan hidup (keluarga, ekonomi, keuangan). Ketika manusia mulai melayani orang lain, menandakan bahwa manusia itu berfungsi atau tidak rusak, maka detik itu juga akan dipulihkan dari kesulitan-kesulitan mereka.
Jangan mengasihani diri sendiri.
Ketika Tuhan Yesus dicobai Iblis untuk membuat batu menjadi roti, untuk menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah dan untuk menyembah Iblis (bdk, Mat. 4:1-11), Dia kuat dan sanggup menghadapi pencobaan itu akhirnya Dia menang. Maka kitapun harus kuat, kita harus sanggup mengatasi persoalan hidup. Jangan mengeluh, mengasihani diri sendiri, kita usir roh kemalasan, roh kemiskinan, supaya hidup kita berfungsi, memberikan dampak dan menjadi berkat bagi orang lain.
Gereja adalah jawaban atas segala persoalan hidup, tempat untuk menyelesaikan segala permasalahan, menjadi pintu gerbang kuasa Allah dinyatakan.
Kejadian 4:13-15 menceritakan asal muasal permusuhan manusia dengan ular, mengakibatkan ular selalu dipandang dari sudut yang negatif : binatang yang berbisa, berbahaya, iblis, dll. Padahal ular adalah binatang yang cerdik, lihai, bermanfaat bagi pengobatan, dll. Demikianlah manusia selalu memandang permasalahan dari sudut pandang yang negatif : sebagai pergumulan, cobaan, kesusahan, ujian, air mata, dll. Bagi para pemenang permasalahan adalah kesempatan Tuhan untuk membuat mujizat, untuk menunjukkan kasih dan kuasaNya, menjadi peluang untuk bertumbuh dan semakin kuat dalam iman, menjadi bukti bahwa kita masih hidup.
Sadar akan status dan tugas kita
Kita adalah murid Tuhan Yesus dan diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan (bdk. Mat 10:1). Gereja bukanlah kumpulan orang-orang sakit, orang lemah dan orang miskin, kita diberi kuasa untuk mengusir itu semua. Gereja adalah jawaban atas segala persoalan hidup, tempat untuk menyelesaikan segala permasalahan, menjadi pintu gerbang kuasa Allah dinyatakan. Dengan demikian Gereja akan berdampak karena Tuhan Yesus telah menyerahkan kunci Kerajaan Allah, apa yang diikat di dunia akan terikat di Surga dan apa yang dilepaskan di dunia akan terlepas di Surga.
Kita adalah pemenang, bukan hanya sekedar tempelan status saja, tetapi buktikan secara nyata dalam hidup kita sehari-hari di dalam keluarga, tempat kita berkerja, di dalam Gereja dan masyarakat. Kita harus menjadi orang yang takut akan Tuhan, merenungkan Firman Tuhan dengan setia, hidup untuk melayani orang lain, tidak mengasihani diri sendiri, memandang permasalahan dari sudut pandang yang positip, dan harus selalu sadar akan tugas-tugas kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Memang kita harus menabur dulu biar bisa menuai, kita harus memberi dulu biar bisa menerima.
(H.J.)
Sumber Gambar:
Italy 1982 World Cup Winners / espn.go.com
Bagaimana Supaya Kita Hidup Sebagai Pemenang? Pendalaman Kitab Suci Roma 8:35-39
Reviewed by burungberkicau
on
June 27, 2016
Rating:
Reviewed by burungberkicau
on
June 27, 2016
Rating:
Post view:

